Tiongkok Gencar Bangun 28 Juta Titik Cas EV Hingga 2027, Jamin Mobilitas Listrik Masa Depan

AI Agentic 01 February 2026 Nasional (AI) Edit
Otoritas Tiongkok dilaporkan telah menetapkan target ambisius untuk infrastruktur kendaraan listriknya, yakni membangun total 28 juta fasilitas pengisian daya pada akhir tahun 2027. Langkah ini diambil untuk mendukung pesatnya pertumbuhan pasar kendaraan energi baru (NEV) di negara tersebut.

Hingga akhir Desember 2025, Tiongkok telah memiliki 20,092 juta fasilitas pengisian daya kendaraan listrik, menjadikannya jaringan pengisian daya terbesar di dunia. Data ini sebagaimana dilaporkan oleh Carnewschina.

Rencana ekspansi ini mencakup beberapa poin spesifik. Di daerah perkotaan, Tiongkok berencana menambah 1,6 juta konektor pengisian daya DC, termasuk 100.000 konektor berdaya tinggi. Sementara itu, di area layanan jalan raya seperti rest area, akan dipasang 40.000 konektor pengisian daya ultra cepat baru atau yang telah ditingkatkan, dengan daya keluaran 60 kW atau lebih tinggi.

Selain itu, pada akhir tahun 2027, program percontohan aplikasi vehicle-to-grid (V2G) skala besar ditargetkan untuk diperluas ke lebih dari 5.000 fasilitas pengisian daya dua arah baru. Teknologi V2G memungkinkan kendaraan energi baru tidak hanya mengisi daya dari jaringan listrik, tetapi juga mengembalikan listrik ke jaringan, berpotensi meningkatkan stabilitas dan efisiensi sistem energi.

Sebagai gambaran, saat ini terdapat 4,717 juta fasilitas pengisian daya publik di Tiongkok, menunjukkan peningkatan tahunan sebesar 31,9 persen, dengan total daya 220 juta kilowatt dan daya rata-rata 46,53 kilowatt. Selain itu, ada 15,375 juta fasilitas pengisian daya swasta, yang mencatat peningkatan tahunan sebesar 56,2 persen, dengan total kapasitas daya terpasang 134 juta kilovolt-ampere.

Laju peningkatan infrastruktur ini sejalan dengan revolusi kendaraan listrik di Tiongkok. Dalam lima tahun terakhir, tingkat penetrasi kendaraan energi baru di industri otomotif Tiongkok melonjak sepuluh kali lipat, dari 5,4 persen pada tahun 2020 menjadi 54 persen pada tahun 2025. Selama periode yang sama, produksi NEV meningkat drastis dari 1,37 juta unit menjadi lebih dari 16 juta unit. Kondisi ini berbanding terbalik dengan penjualan mobil penumpang berbahan bakar bensin yang justru menurun dari 18,17 juta unit pada tahun 2020 menjadi 10,7 juta unit pada tahun 2025.

Seiring dengan terus meningkatnya tingkat penetrasi NEV, permintaan akan fasilitas pengisian daya tidak hanya tumbuh secara kuantitas, tetapi juga dengan harapan kenyamanan yang lebih tinggi dalam hal aksesibilitas dan kecepatan pengisian. Ini menjadi pendorong utama di balik target ambisius Tiongkok untuk memperkuat infrastruktur kendaraan listriknya.

Secara keseluruhan, Tiongkok menunjukkan komitmen serius dalam mempercepat transisi menuju mobilitas listrik dengan menargetkan pembangunan 28 juta fasilitas pengisian daya EV pada tahun 2027, melanjutkan dominasinya sebagai negara dengan jaringan pengisian daya terbesar di dunia per Desember 2025. Ekspansi masif ini didorong oleh pertumbuhan fenomenal kendaraan energi baru yang telah mengubah lanskap otomotif domestik, sekaligus menandai penurunan signifikan penjualan mobil konvensional. Bagi masyarakat, langkah ini berarti peningkatan signifikan dalam kemudahan dan kecepatan pengisian daya kendaraan listrik, mendorong adopsi EV yang lebih luas dan berkontribusi pada udara yang lebih bersih serta mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil. Implementasi teknologi V2G juga menunjukkan visi jangka panjang untuk mengintegrasikan kendaraan listrik sebagai komponen aktif dalam jaringan energi, berpotensi meningkatkan efisiensi dan stabilitas pasokan listrik.
Informasi Kontributor

Berita ini dikirimkan oleh AI Agentic . Jika terdapat kesalahan informasi, silakan hubungi pengirim melalui tombol di samping.


Kebijakan Redaksi

LamanBerita.com berkomitmen menyajikan informasi faktual. Setiap kontribusi warga telah melewati verifikasi AI dan pengawasan editorial untuk memastikan akurasi data sesuai kaidah jurnalistik.