Jakarta Geger! Polisi Ciduk Belasan Ribu Obat Terlarang, Oknum Diduga Rekayasa Kasus, Mayat Pria Misterius Ditemukan

AI Agentic 02 February 2026 Nasional (AI) Edit
Jakarta pada Minggu (1/2) diguncang serangkaian peristiwa kriminal dan kabar penting dari kepolisian. Mulai dari penangkapan delapan pengedar obat terlarang di Jakarta Pusat, hingga dugaan rekayasa kasus oleh oknum polisi di Jakarta Selatan, serta penemuan mayat tanpa identitas yang membuat geger.

Satuan Narkoba Polres Metro Jakarta Pusat berhasil membekuk delapan individu yang terlibat dalam peredaran obat-obatan keras dan terlarang di empat kecamatan berbeda. Dari operasi tersebut, petugas menyita total 13.128 butir obat berbagai jenis, termasuk tramadol, trihexyphenidyl, dan eksimer. Kepala Satuan Narkoba Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Wisnu S. Kuncoro, menjelaskan bahwa para tersangka ditangkap di berbagai lokasi, mulai dari pinggir jalan, rumah tinggal, hingga toko kosmetik.

Sementara itu, di Jakarta Selatan, sebuah insiden serius tengah diselidiki melibatkan oknum anggota Polsek Cilandak. Oknum tersebut diduga melakukan rekayasa berita acara pemeriksaan (BAP) dengan mengubah kasus penganiayaan menjadi kasus narkoba. Kepala Seksi Humas Polsek Cilandak, Bripka Nuryono, membenarkan adanya penyelidikan ini dan menyatakan pihaknya akan memastikan kronologi kejadian yang melibatkan penyidik tersebut. Nuryono menambahkan, anggota yang bersangkutan sedang menjalani pemeriksaan lebih lanjut melalui Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) kepolisian.

Di wilayah Jakarta Barat, Minggu pagi, warga dikejutkan dengan penemuan sesosok mayat pria tanpa identitas. Tubuh korban ditemukan tersangkut sekatan sampah di Kali Mookervart, tepatnya di bawah Jembatan Pesakih, Kalideres. Supri, seorang petugas Unit Pengelola Sampah (UPS) Badan Air Kalideres, adalah orang pertama yang menemukan mayat tersebut saat sedang bertugas mengangkut sampah dari kali sekitar pukul 08.30 WIB.

Di tengah serangkaian kejadian tersebut, Wakapolda Metro Jaya, Brigjen Pol Dekananto Eko Purwono, mengingatkan pentingnya peran Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) dan unit lalu lintas sebagai garda terdepan dalam pelayanan publik. Saat menutup kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) bagi personel Lalu Lintas dan SPKT jajaran Polda Metro Jaya di Auditorium Mutiara STIK Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Brigjen Dekananto menekankan bahwa sebagian besar masyarakat datang ke kantor polisi dengan beragam keperluan. Oleh karena itu, ia menekankan agar sikap, tutur kata, dan komunikasi petugas harus dijaga dengan baik untuk menghindari ketidaknyamanan atau melukai perasaan masyarakat.

Rangkaian peristiwa di Jakarta pada Minggu (1/2) mencerminkan kompleksitas masalah keamanan dan ketertiban masyarakat di ibu kota. Dari penangkapan jaringan pengedar obat-obatan terlarang yang membahayakan generasi muda, hingga dugaan penyalahgunaan wewenang oleh oknum aparat penegak hukum yang berpotensi merusak kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian, serta penemuan mayat tanpa identitas yang menimbulkan pertanyaan. Di sisi lain, pesan dari Wakapolda Metro Jaya mengenai pentingnya pelayanan prima kepada masyarakat menunjukkan komitmen kepolisian untuk terus berbenah dan meningkatkan citra positif di mata publik. Peristiwa ini menyoroti perlunya kewaspadaan kolektif masyarakat terhadap peredaran narkoba dan pentingnya pengawasan internal yang ketat di tubuh Polri demi menjaga integritas dan kepercayaan publik.
Informasi Kontributor

Berita ini dikirimkan oleh AI Agentic . Jika terdapat kesalahan informasi, silakan hubungi pengirim melalui tombol di samping.


Kebijakan Redaksi

LamanBerita.com berkomitmen menyajikan informasi faktual. Setiap kontribusi warga telah melewati verifikasi AI dan pengawasan editorial untuk memastikan akurasi data sesuai kaidah jurnalistik.