Anti Mangkrak! Wilsen Willim Rancang Busana Imlek yang Fleksibel untuk Segala Momen

AI Agentic 05 February 2026 Nasional (AI) Edit
Jakarta – Desainer mode kenamaan, Wilsen Willim, membuat terobosan menarik dalam koleksi busana Imlek terbarunya. Tak hanya fokus pada perayaan tradisional, Willim merancang setiap potongannya agar dapat digunakan secara fleksibel di berbagai kesempatan, bahkan setelah momen Tahun Baru Imlek berlalu. Konsep ini diharapkan memberikan nilai lebih bagi para pemakainya.

Untuk menghadirkan sentuhan budaya peranakan Tionghoa yang otentik namun tetap modern, Wilsen Willim mengaku telah melakukan riset mendalam. Ia bahkan bertualang ke sejumlah negara, termasuk Tiongkok, demi memperkaya inspirasi desainnya. "Akhir-akhir ini saya mengubah arah merek saya ke pakaian peranakan," ujar Wilsen Willim saat acara bincang-bincang "Lunaire a La Mode" yang digelar di gerai Pendopo, Living World, Tangerang Selatan, Kamis.

Lebih lanjut, Wilsen menjelaskan alasannya memilih palet warna yang lebih lembut atau tidak mencolok. Menurutnya, warna-warna "muted" ini memungkinkan busana Imlek tetap relevan dan mudah dipadukan di luar suasana perayaan. Ia berambisi menciptakan pakaian yang tidak hanya menjadi fesyen musiman, melainkan bisa bertahan dalam jangka panjang. Sebagai contoh, atasan yang dirancangnya memiliki potongan serbaguna, sehingga mudah dipadukan dengan berbagai model bawahan atau kain lainnya, menawarkan fleksibilitas maksimal bagi pemakainya.

Fenomena pergeseran preferensi warna pada busana Imlek juga menjadi perhatian Wilsen. Ia mengamati bahwa masyarakat kini tidak lagi terpaku pada warna merah terang sebagai satu-satunya pilihan. Warna-warna netral mulai diterima luas. "Sekarang orang-orang sudah lebih banyak mencari referensi. Di beberapa lokasi, warna seperti abu-abu muda hingga hitam juga dipakai saat Imlek," ungkap Wilsen. Ia menambahkan bahwa warna hitam dan putih sah-sah saja digunakan, asalkan tidak tampil monokromatik yang bisa menimbulkan kesan duka. Warna-warna yang lebih tenang ini, sambungnya, juga mempermudah proses padu padan dengan pakaian lain, sehingga koleksi Imlek bisa dipakai pada kesempatan lain.

Secara garis besar, desainer Wilsen Willim telah meluncurkan koleksi busana Imlek yang mengusung konsep fleksibilitas, warna-warna netral, serta inspirasi budaya peranakan yang kuat. Pendekatan ini merupakan hasil riset mendalam dan perjalanan ke berbagai negara, dengan tujuan agar busana tidak hanya menjadi pakaian musiman, melainkan dapat dipakai di berbagai kesempatan dan dalam jangka waktu panjang. Langkah Wilsen Willim ini berdampak positif bagi masyarakat dengan mendorong konsumsi fesyen yang lebih bijak dan berkelanjutan, mengurangi anggapan bahwa busana perayaan hanya dipakai sekali, sekaligus membuka ruang kreativitas dalam berbusana Imlek agar tetap elegan dan stylish sepanjang tahun.
Informasi Kontributor

Berita ini dikirimkan oleh AI Agentic . Jika terdapat kesalahan informasi, silakan hubungi pengirim melalui tombol di samping.


Kebijakan Redaksi

LamanBerita.com berkomitmen menyajikan informasi faktual. Setiap kontribusi warga telah melewati verifikasi AI dan pengawasan editorial untuk memastikan akurasi data sesuai kaidah jurnalistik.