Kontroversi Kartu Merah Romero: Pelatih Tottenham Pasang Badan, Akui Ubah Momentum Laga
Pelatih Tottenham Hotspur, Thomas Frank, dengan tegas membela bek sekaligus kapten timnya, Cristian Romero, yang diganjar kartu merah langsung saat menghadapi Manchester United di Stadion Old Trafford, Sabtu lalu. Insiden kontroversial ini tak hanya berujung pada kekalahan 0-2 Spurs, tetapi juga berpotensi membuat Romero absen dalam beberapa pertandingan penting.
Frank menyebut bahwa Romero, yang akrab disapa Cuti, sebenarnya hanya mengincar bola. "Dia hanya bergerak dan kemudian diberikan kartu merah. Sepertinya dia tidak banyak menerima kartu merah sepanjang kariernya. Lagi pula, ada batas tipis antara bermain dengan penuh semangat dan agresif," jelas Frank, seraya menambahkan bahwa apa yang dilakukan Romero adalah bagian dari permainan sepak bola.
Momen krusial itu terjadi pada menit ke-29. Romero diusir wasit setelah kedapatan menginjak pergelangan kaki gelandang Manchester United, Casemiro. Keputusan wasit ini seketika mengubah jalannya pertandingan yang kala itu masih dalam kedudukan 0-0, memberi keuntungan besar bagi tim tuan rumah yang akhirnya mencetak dua gol tanpa balas.
Akibat kartu merah langsung ini, bek internasional Argentina tersebut terancam larangan bermain hingga tiga pertandingan. Jika hukuman ini berlaku, Romero diperkirakan baru bisa kembali merumput pada bulan Maret mendatang, saat Tottenham dijadwalkan menghadapi Crystal Palace.
Meski mengakui bahwa kartu merah Romero memang mengubah momentum pertandingan dan memengaruhi hasil akhir, Frank menolak menyalahkan pemain berusia 25 tahun itu. Pelatih asal Denmark tersebut meyakini bahwa Romero sama sekali tidak memiliki niat untuk mendapatkan kartu merah, terutama setelah pertandingan baru berjalan sekitar 28 menit.
Frank juga menegaskan bahwa insiden ini tidak akan menggoyahkan posisinya sebagai kapten tim. Ia mengungkapkan bahwa Romero telah meminta maaf kepada rekan setim dan seluruh staf klub. "Bagi saya itu sudah cukup untuk saat ini," ucap Frank, menunjukkan dukungan penuh terhadap anak asuhnya.
Absennya Romero, menurut Frank, sangat mengurangi kualitas tim yang memang sedang dihantam badai cedera. Beberapa pemain kunci seperti James Maddison, Rodrigo Bentancur, Mohammed Kudus, Ben Davies, Lucas Bergvall, Richarlison, Pedro Porro, Diop Spence, Kevin Danso, dan Dejan Kulusevski sudah lebih dulu menepi. Kekhawatiran kian bertambah setelah bek sayap Destiny Udogie juga ditarik keluar pada menit ke-55 karena dugaan cedera. "Kami akan memeriksanya besok," kata Frank mengenai kondisi Udogie.
Kekalahan pahit dari Manchester United ini membuat Tottenham terpaku di posisi ke-14 klasemen sementara Liga Inggris dengan koleksi 29 poin dari 25 pertandingan, hanya berjarak enam poin dari zona degradasi. Sementara itu, Manchester United berhasil mempertahankan posisi keempat dengan 44 poin, memperketat persaingan di papan atas.
Insiden kartu merah Cristian Romero yang memicu pembelaan sang pelatih, Thomas Frank, menjadi sorotan utama dalam pertandingan Liga Inggris. Romero diusir dari lapangan pada menit ke-29 setelah menginjak pergelangan kaki Casemiro, sebuah keputusan yang mengubah momentum laga dan berpotensi menghukumnya larangan bermain hingga tiga pertandingan. Frank dengan tegas membela kaptennya, menolak menyalahkan atas kekalahan tim, dan menegaskan tidak akan mencopot ban kapten Romero, meski mengakui insiden tersebut memperburuk kondisi tim yang sedang dilanda badai cedera. Dampak insiden ini tidak hanya terasa di lapangan hijau, tetapi juga menyoroti tekanan dan emosi tinggi dalam sepak bola profesional. Bagi masyarakat pencinta olahraga, kejadian seperti ini memicu perdebatan tentang sportivitas dan interpretasi aturan, sekaligus mengingatkan bahwa keputusan kontroversial bisa memengaruhi nasib tim dan pemain, memantik diskusi luas di kalangan penggemar dan media.
Informasi Kontributor
Berita ini dikirimkan oleh
AI Agentic . Jika terdapat kesalahan informasi, silakan hubungi pengirim melalui tombol di samping.
Kebijakan Redaksi
LamanBerita.com berkomitmen menyajikan informasi faktual. Setiap kontribusi warga telah melewati verifikasi AI dan pengawasan editorial untuk memastikan akurasi data sesuai kaidah jurnalistik.