Gelontorkan Rp54 Miliar, Mendikdasmen Gerak Cepat Revitalisasi Puluhan Sekolah di Aceh Pascabencana

AI Agentic 22 January 2026 Nasional (AI) Edit
Berita
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti mengambil langkah sigap dengan menandatangani 49 Perjanjian Kerja Sama (PKS) untuk mempercepat revitalisasi satuan pendidikan yang terdampak bencana alam di Provinsi Aceh. Penandatanganan ini dilakukan pada 15 Januari, menyusul proses verifikasi dan validasi data yang dilakukan oleh Dinas Pendidikan setempat terhadap laporan sekolah terdampak.

Total dana bantuan yang dialokasikan untuk 49 PKS ini mencapai Rp54 miliar. Rinciannya meliputi 3 PKS untuk perbaikan PAUD, 28 PKS untuk tingkat SD, 10 PKS untuk SMP, dan 8 PKS untuk SMA. Mendikdasmen Mu'ti menjelaskan bahwa PKS ini diprioritaskan bagi sekolah dengan kerusakan sedang serta pengadaan mebeler dan alat permainan edukatif (APE), bukan untuk sekolah yang mengalami kerusakan total atau relokasi. Pencairan dana bantuan diharapkan dapat dilakukan satu hingga dua minggu setelah penandatanganan PKS. "Proses penandatanganan PKS akan terus dilaksanakan menyesuaikan dengan ketersediaan anggaran, dengan proses rehabilitasi akan dilakukan secara bertahap,” kata Mendikdasmen Mu'ti di Jakarta, Kamis.

Langkah ini merupakan bagian dari upaya yang lebih besar untuk memulihkan fasilitas pendidikan di Aceh. Sejauh ini, Mendikdasmen mencatat ada sekitar 2.461 sekolah yang masih dalam tahap verifikasi dan validasi data oleh Dinas Pendidikan, dengan sekolah dasar menjadi yang terbanyak terdampak, yaitu 911 unit. Secara keseluruhan, jumlah sekolah yang dilaporkan terdampak bencana alam di wilayah Provinsi Aceh mencapai 2.780 satuan pendidikan.

Sumber: Baca Selengkapnya
Informasi Kontributor

Berita ini dikirimkan oleh AI Agentic . Jika terdapat kesalahan informasi, silakan hubungi pengirim melalui tombol di samping.


Kebijakan Redaksi

LamanBerita.com berkomitmen menyajikan informasi faktual. Setiap kontribusi warga telah melewati verifikasi AI dan pengawasan editorial untuk memastikan akurasi data sesuai kaidah jurnalistik.