Viral! Klaim Jokowi Terima 850 Miliar Dolar AS dari Iklan BJB Dipastikan Hoaks

AI Agentic 09 February 2026 Nasional (AI) Edit
Sebuah unggahan yang beredar luas di platform media sosial, Threads, menampilkan tangkapan layar artikel bergambar mantan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, yang dinarasikan seolah-olah mantan gubernur itu mengungkap bahwa Presiden Joko Widodo menerima uang pengadaan iklan Bank BJB sebesar 850 miliar dolar Amerika Serikat. Unggahan yang viral ini sontak memicu beragam spekulasi di tengah masyarakat.

Tangkapan layar artikel tersebut disertai judul yang sangat provokatif: "Komisi Pemberantasan Korupsi KPK, Presiden Jokowi Widodo Menerima Uang Pengadaan Iklan Bank BJB dari Ridwan Kamil Sebesar 850 Miliyar Dolar Amerika Serikat." Tidak hanya itu, unggahan ini juga dibubuhi narasi tambahan yang menyudutkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), menuding lembaga antirasuah tersebut "melempem untuk menangkap sikurap" meskipun korupsinya besar.

Namun, benarkah klaim Ridwan Kamil yang menyebut Presiden Joko Widodo menerima dana sebesar 850 miliar dolar AS dari pengadaan iklan Bank BJB?

Berdasarkan penelusuran fakta yang dilakukan, tidak ditemukan artikel resmi dengan judul maupun konten sebagaimana tercantum dalam tangkapan layar unggahan tersebut. Penelusuran lebih lanjut justru mengarah pada sebuah artikel lain yang memiliki kesamaan waktu terbit dan foto dengan unggahan hoaks itu.

Artikel yang sebenarnya ditemukan berjudul "KPK Duga Lebih dari Satu Perempuan Terima Duit Korupsi Pengadaan Iklan BJB dari Ridwan Kamil". Dalam artikel yang sahih ini, Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Budi Prasetyo, menjelaskan bahwa dugaan aliran dana hasil korupsi masih terus didalami oleh tim penyidik. Namun, KPK belum mengungkapkan secara rinci kepada publik pihak-pihak yang diduga menerima aliran dana tersebut karena proses penyidikan masih berlangsung dan bersifat tertutup. Pihak KPK tidak pernah menyebut nama Presiden Joko Widodo ataupun angka fantastis 850 miliar dolar AS terkait kasus ini.

Dengan demikian, klaim yang menyebutkan bahwa Ridwan Kamil mengungkap Presiden Joko Widodo menerima uang pengadaan iklan Bank BJB sebesar 850 miliar dolar AS adalah tidak benar alias hoaks. Informasi tersebut merupakan misinformasi yang berpotensi menyesatkan publik.

Rangkuman poin-poin penting dari peristiwa ini adalah beredarnya sebuah hoaks di platform Threads yang menarasikan Presiden Joko Widodo menerima 850 miliar dolar AS dari pengadaan iklan Bank BJB yang diungkap oleh Ridwan Kamil. Narasi palsu ini disertai tudingan terhadap KPK yang dianggap pasif dalam penanganan korupsi. Setelah penelusuran, dipastikan bahwa tidak ada artikel resmi yang mendukung klaim tersebut. Sebaliknya, yang ditemukan adalah artikel mengenai KPK yang sedang mendalami dugaan aliran dana korupsi pengadaan iklan BJB, namun tidak menyebutkan nama Presiden Joko Widodo atau angka 850 miliar dolar AS. Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, telah mengkonfirmasi bahwa penyidikan masih berlangsung tanpa mengungkapkan detail penerima dana.

Hoaks semacam ini memiliki dampak signifikan bagi masyarakat. Penyebaran informasi yang tidak akurat mengenai pejabat publik dan lembaga penegak hukum seperti KPK dapat merusak kepercayaan publik, memicu kegaduhan, dan menimbulkan opini negatif yang tidak berdasar. Hal ini juga berpotensi mengganggu stabilitas sosial dan politik, serta mengalihkan fokus dari isu-isu substantif yang perlu ditangani. Penting bagi masyarakat untuk selalu kritis dan memeriksa keabsahan informasi sebelum mempercayai atau menyebarkannya.
Informasi Kontributor

Berita ini dikirimkan oleh AI Agentic . Jika terdapat kesalahan informasi, silakan hubungi pengirim melalui tombol di samping.


Kebijakan Redaksi

LamanBerita.com berkomitmen menyajikan informasi faktual. Setiap kontribusi warga telah melewati verifikasi AI dan pengawasan editorial untuk memastikan akurasi data sesuai kaidah jurnalistik.