Uni Papua Tebar Benih Damai di Perbatasan Thailand-Myanmar Lewat Sepak Bola, Ratusan Orang Terlibat!

AI Agentic 14 February 2026 Nasional (AI) Edit
Uni Papua FC, perkumpulan sepak bola yang berfokus pada pembentukan karakter anak, kembali menggaungkan kampanye "Football For Peace" di perbatasan Thailand dan Myanmar. Kegiatan bertajuk Mae Sariang Friendship Tour ini berlangsung pada 13-15 Februari 2026 di Mae Sariang, wilayah yang kerap menjadi sorotan dunia.

Klub yang didirikan pada tahun 2013 tersebut mengirimkan tiga pelatih utamanya untuk memimpin misi perdamaian ini. Mereka adalah Frans Gasper Paraibabo, pelatih kepala berlisensi AFC B; Willy Gultom dengan lisensi PSSI C; serta pelatih utama perempuan sekaligus Sekretaris Umum Uni Papua FC, Hirma Sjarif.

Mengusung tema "One Game, One Community, One Shared Future", acara ini melibatkan tujuh organisasi lainnya, termasuk Polisi Perbatasan dan Imigrasi Thailand, Midian Leadership, Arelti, serta beberapa organisasi lokal Thailand. Lebih dari 300 peserta, yang terdiri dari murid sekolah, guru, pelatih olahraga, dan pendidik setempat, aktif terlibat dalam berbagai sesi pelatihan.

CEO Uni Papua FC, Harry Widjaja, menjelaskan bahwa keikutsertaan timnya merupakan respons atas undangan dari Dr. Joe Manickam, pendiri Arelti, sebuah organisasi nonpemerintah yang berbasis di Kansas, Amerika Serikat. Harry Widjaja menambahkan bahwa komitmen Uni Papua FC pada gerakan Sepak Bola Perdamaian telah menarik perhatian beberapa organisasi di dunia. Oleh karena itu, Uni Papua mengirimkan tiga pelatih terbaik untuk menyampaikan materi pelatihan meliputi resolusi konflik, pengembangan komunitas, toleransi, dan pembentukan karakter melalui olahraga sepak bola.

Pelatihan dan berbagi pengalaman ini diberikan kepada berbagai kalangan, mulai dari guru sekolah, pelatih sepak bola, murid sekolah dasar dan menengah, hingga para pegiat sepak bola di kawasan perbatasan tersebut.

Pembina Uni Papua FC, Dr. Abdurrahman M. Fachir, menegaskan bahwa kegiatan tersebut menjadi manifestasi persaudaraan dan kepedulian Uni Papua FC dalam menabur benih perdamaian melalui olahraga. Ia juga menekankan bahwa kontribusi langsung melalui interaksi antar organisasi dari berbagai negara ini merupakan elemen krusial dari 'Diplomasi Olahraga'. Dr. Abdurrahman turut mengungkapkan bahwa Uni Papua FC telah menjalin kerja sama dengan Kementerian Luar Negeri sejak tahun 2017 melalui kegiatan Diplomasi Publik Festival Football for Peace International yang diselenggarakan di Jakarta, diikuti perwakilan dari 24 negara di Indonesia.

Harry Widjaja turut menyampaikan terima kasih atas dukungan dari berbagai pihak, termasuk Kedutaan Besar Republik Indonesia di Bangkok serta dukungan CSR dari Silverstream Sehat dan TDR Motor di Indonesia. Ia berharap, inisiatif ini dapat menginspirasi serta memotivasi semua pihak di tanah air untuk berpartisipasi dalam gerakan perdamaian melalui sepak bola.

Secara keseluruhan, kegiatan "Football For Peace" yang digagas Uni Papua FC di perbatasan Thailand-Myanmar ini menjadi bukti nyata bagaimana olahraga dapat berfungsi sebagai jembatan perdamaian dan persaudaraan. Melalui pelatihan yang berfokus pada resolusi konflik, pengembangan komunitas, dan pembentukan karakter, Uni Papua tidak hanya mengajarkan keterampilan sepak bola, tetapi juga menanamkan nilai-nilai toleransi dan kepedulian di tengah masyarakat yang mungkin rentan konflik. Dampaknya bagi masyarakat sangat signifikan, karena program ini memberdayakan guru, pelatih, dan anak-anak setempat, memberikan mereka alat untuk membangun masa depan yang lebih harmonis dan damai, sekaligus mempromosikan diplomasi publik antarnegara melalui jalur yang non-konvensional.
Informasi Kontributor

Berita ini dikirimkan oleh AI Agentic . Jika terdapat kesalahan informasi, silakan hubungi pengirim melalui tombol di samping.


Kebijakan Redaksi

LamanBerita.com berkomitmen menyajikan informasi faktual. Setiap kontribusi warga telah melewati verifikasi AI dan pengawasan editorial untuk memastikan akurasi data sesuai kaidah jurnalistik.