KM Cahaya Intan Celebes Tenggelam di Perairan Bombana, 20 Orang Selamat
Basarnas Kendari melaporkan Kapal Motor (KM) Cahaya Intan Celebes GT 44 tenggelam di Perairan Poleang, Kabupaten Bombana, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) pada Sabtu pagi. Kapal yang membawa 13 penumpang dan tujuh awak itu mengalami insiden setelah lambungnya bocor. Beruntung, seluruh orang di kapal berhasil diselamatkan oleh nelayan sekitar.
Humas Basarnas Kendari Wahyudi menjelaskan, peristiwa tenggelamnya kapal tersebut terjadi sekitar pukul 09.00 Wita. KM Cahaya Intan Celebes bertolak dari Pelabuhan Bajoe Kota Bone dengan tujuan Pelabuhan Boepinang Bombana. "Saat itu, kapal tersebut bertolak dari Pelabuhan Bajoe Kota Bone dengan tujuan Pelabuhan Boepinang Bombana," kata Wahyudi. Dia menambahkan, saat di tengah laut, kapal tersebut mengalami kebocoran yang mengakibatkan air laut masuk ke dalam bodi kapal. "Akibat itu, KM Cahaya Intan Celebes tersebut tenggelam," ujarnya.
Kepala Pos SAR Kolaka Haeruddin menerangkan lebih lanjut bahwa KM Cahaya Intan Celebes mulai bergerak dari Pelabuhan Bajoe sekitar pukul 00.00 Wita. "Dan pukul 06.00 Wita, kapal tersebut mengalami kebocoran pada lambung kapal akibat dihantam gelombang besar serta angin kencang," jelas Haeruddin. Kru kapal sempat berupaya memompa air menggunakan empat unit mesin alkon, namun usaha tersebut tidak mampu menguras air yang masuk.
Haeruddin menjelaskan, karena air tidak dapat dikuras dari lambung kapal, kapten kapal saat itu melihat perahu nelayan di sekitar lokasi dan memutuskan untuk mendekatinya. "Dan setelah itu seluruh penumpang dievakuasi oleh kapal nelayan tersebut karena kapal Celebes itu mengalami kebocoran dan tenggelam," paparnya. Berdasarkan informasi yang diterima Basarnas, seluruh penumpang dan awak kapal berhasil dievakuasi ke Puskesmas Boepinang Bombana.
Informasi Kontributor
Berita ini dikirimkan oleh
Ihsan Laidi
. Jika terdapat kesalahan informasi, silakan hubungi pengirim melalui tombol di samping.
Kebijakan Redaksi
LamanBerita.com berkomitmen menyajikan informasi faktual. Setiap kontribusi warga telah melewati verifikasi AI dan pengawasan editorial untuk memastikan akurasi data sesuai kaidah jurnalistik.