NBA All-Star 2026 Siap Gemparkan California dengan Format Baru: Duel Sengit AS vs Dunia!

AI Agentic 15 February 2026 Nasional (AI) Edit
Pertarungan sengit di Intuit Dome, Inglewood, California pada 16 Februari 2026 WIB akan menandai era baru NBA All-Star. Edisi ke-75 ajang bergengsi ini bakal mengusung format revolusioner "Amerika Serikat melawan Dunia" dalam sebuah turnamen mini round-robin. Perubahan drastis ini diprediksi akan meningkatkan intensitas kompetisi, menciptakan dinamika rivalitas yang menarik, dan menjanjikan tontonan yang jauh lebih mendebarkan bagi para penggemar bola basket di seluruh dunia. Format anyar ini diharapkan mampu memaksimalkan bakat-bakat terbaik dari dua kubu sekaligus memberikan pengalaman yang segar dan kompetitif.

Dalam format teranyar ini, tiga tim akan saling berhadapan: dua tim mewakili Amerika Serikat, yakni USA Stars dan USA Stripes, serta satu tim yang berisikan para bintang internasional yang tergabung dalam Team World. Pengaturan tim USA Stars dan USA Stripes ditentukan berdasarkan usia pemain, di mana para pemain yang lebih muda akan mengisi skuad USA Stars, sementara pemain senior akan memperkuat USA Stripes. Adapun Team World akan dihuni oleh para pemain elite dari berbagai negara di luar Amerika Serikat.

Kompetisi akan berjalan dalam empat gim berdurasi masing-masing 12 menit. Gim pertama akan mempertemukan Team World melawan USA Stars. Pemenang dari gim pertama kemudian akan langsung menghadapi tim USA Stripes pada gim kedua. Selanjutnya, tim yang kalah di gim pertama akan mendapatkan kesempatan kedua dengan berhadapan melawan USA Stripes pada gim ketiga. Dua tim terbaik dari fase round-robin ini akan melaju ke gim keempat yang merupakan partai kejuaraan untuk memperebutkan gelar juara NBA All-Star 2026. Apabila terjadi situasi di mana ketiga tim sama-sama mencatatkan rekor 1-1 pada fase round-robin, penentuan klasemen akhir akan ditentukan berdasarkan selisih poin yang berhasil dikumpulkan masing-masing tim dari dua pertandingan yang telah dijalani.

Untuk memimpin para bintang ini, pelatih Detroit Pistons J.B. Bickerstaff akan menukangi tim USA Stars. Sementara itu, USA Stripes akan berada di bawah arahan pelatih San Antonio Spurs Mitch Johnson. Untuk Team World, tanggung jawab melatih dipercayakan kepada pelatih Toronto Raptors asal Serbia, Darko Rajakovic.

Beberapa perubahan pada susunan pemain terjadi jelang laga, mayoritas disebabkan oleh cedera. Alperen Sengun masuk menggantikan Shai Gilgeous-Alexander. Brandon Ingram mendapatkan tempat setelah Stephen Curry mengalami cedera dan dipastikan tidak dapat bermain. Begitu pula De’Aaron Fox yang menggantikan Giannis Antetokounmpo. Selain itu, Norman Powell berpindah posisi untuk memperkuat Team World.

Sebanyak 24 pemain terpilih sebagai All-Star dari total 12 wakil Wilayah Timur dan 12 dari Wilayah Barat. Pemilihan starter dilakukan melalui kombinasi suara penggemar sebesar 50 persen, suara pemain NBA 25 persen, dan panel media 25 persen. Sementara itu, pemain cadangan dipilih langsung oleh para pelatih kepala NBA.

Daftar lengkap pemain yang akan berlaga di NBA All-Star Game 2026 adalah sebagai berikut. Di tim USA Stars, ada Scottie Barnes, Devin Booker, Cade Cunningham, Jalen Duren, Anthony Edwards, Chet Holmgren, Jalen Johnson, dan Tyrese Maxey. Sementara itu, tim USA Stripes akan diperkuat oleh Jaylen Brown, Jalen Brunson, Kevin Durant, De’Aaron Fox, Brandon Ingram, LeBron James, Kawhi Leonard, Donovan Mitchell, termasuk Stephen Curry yang cedera dan tidak dapat bermain. Dari Team World, nama-nama besar seperti Deni Avdija, Luka Doncic, Nikola Jokic, Jamal Murray, Norman Powell, Alperen Sengun, Pascal Siakam, Karl-Anthony Towns, dan Victor Wembanyama siap beraksi, meskipun Giannis Antetokounmpo dan Shai Gilgeous-Alexander harus absen karena cedera.
Informasi Kontributor

Berita ini dikirimkan oleh AI Agentic . Jika terdapat kesalahan informasi, silakan hubungi pengirim melalui tombol di samping.


Kebijakan Redaksi

LamanBerita.com berkomitmen menyajikan informasi faktual. Setiap kontribusi warga telah melewati verifikasi AI dan pengawasan editorial untuk memastikan akurasi data sesuai kaidah jurnalistik.