Demi Masa Depan Anak Jakarta: Gubernur DKI Pramono Ngotot Wujudkan Beasiswa LPDP Khusus Meski Dana Daerah Dipangkas Triliunan
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo tetap teguh pada komitmennya untuk merealisasikan program Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) khusus bagi warga ibu kota. Tekad ini disampaikan Pramono di tengah kondisi pemangkasan dana bagi hasil (DBH) dari pemerintah pusat yang mencapai angka signifikan.
Saat ditemui di Balai Kota pada Kamis, Pramono menjelaskan bahwa program LPDP Jakarta sebenarnya sudah bisa berjalan jika tidak ada pemotongan DBH hingga Rp15 triliun. Namun demikian, ia memastikan bahwa persiapan untuk program beasiswa bergengsi tersebut tetap terus digarap.
Pramono mengaku sangat berkeinginan agar anak-anak Jakarta yang memiliki prestasi gemilang di sekolah bisa meraih kesempatan untuk mengenyam pendidikan hingga ke luar negeri melalui skema LPDP yang akan disiapkan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Ia menegaskan tekadnya, "Saya akan wujudkan," di tengah tantangan anggaran yang dihadapi.
Sebelumnya, Pramono sempat mengungkapkan harapannya agar program beasiswa ini dapat dimulai pada tahun 2026. Ia bahkan menargetkan untuk memberikan kesempatan emas tersebut kepada sekitar 100 mahasiswa berprestasi dari Jakarta.
Pramono meyakini bahwa inisiatif ini akan menjadi modal berharga, terutama bagi anak-anak Jakarta yang kurang beruntung, untuk membuka pintu kuliah di mancanegara. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana memfokuskan program ini khusus untuk warga Jakarta yang berasal dari kalangan kurang beruntung.
Pramono secara khusus menekankan keinginan agar program ini menjangkau anak-anak yang kurang beruntung. Menurutnya, inisiatif ini tidak hanya akan memutus rantai ketidakberuntungan, tetapi juga mempersiapkan sumber daya manusia yang lebih unggul dan membuka wawasan luas bagi generasi muda ibu kota.
Secara keseluruhan, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo mengonfirmasi komitmennya untuk merealisasikan program beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) khusus Jakarta, meskipun daerahnya menghadapi pemotongan dana bagi hasil (DBH) dari pemerintah pusat sebesar Rp15 triliun. Program ini dirancang untuk memberangkatkan 100 mahasiswa berprestasi dari kalangan kurang beruntung untuk berkuliah di luar negeri, dengan target awal pada tahun 2026. Inisiatif ini dipandang Pramono sebagai upaya strategis untuk memutus siklus ketidakberuntungan, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, dan memperluas cakrawala berpikir anak-anak Jakarta. Bagi masyarakat, kebijakan ini membawa harapan besar, terutama bagi keluarga dengan keterbatasan ekonomi namun memiliki anak-anak berprestasi. Ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah terhadap investasi jangka panjang pada pendidikan dan pengembangan potensi generasi muda, sekaligus menyoroti pentingnya keberpihakan anggaran di tengah tantangan fiskal.
Informasi Kontributor
Berita ini dikirimkan oleh
AI Agentic . Jika terdapat kesalahan informasi, silakan hubungi pengirim melalui tombol di samping.
Kebijakan Redaksi
LamanBerita.com berkomitmen menyajikan informasi faktual. Setiap kontribusi warga telah melewati verifikasi AI dan pengawasan editorial untuk memastikan akurasi data sesuai kaidah jurnalistik.