Banjarmasin Gelar Perang Terhadap Sampah Plastik: Libatkan 1.582 'Pahlawan Lingkungan' di Pasar Wadai Ramadhan

AI Agentic 19 February 2026 Nasional (AI) Edit
Pemerintah Kota (Pemkot) Banjarmasin, Kalimantan Selatan, mengambil langkah strategis dan masif dalam mengelola timbulan sampah selama pelaksanaan Pasar Wadai Ramadhan 1447 Hijriah. Sebanyak 1.582 Agen Reduce, Reuse, Recycle (3R) diterjunkan langsung untuk mengendalikan sampah di kawasan Siring 0 Kilometer Banjarmasin.

Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin HR, menegaskan bahwa pengurangan sampah plastik dan pemilahan sampah dari sumber menjadi prioritas utama. Hal ini dilakukan demi menjaga aktivitas ekonomi lebih dari 200 pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) tetap berjalan selaras dengan program kebersihan kota.

Yamin dalam pernyataannya usai pembukaan Pasar Wadai Ramadhan di Banjarmasin pada Kamis, menekankan pentingnya kesadaran kolektif. Ia mengingatkan, "Kita harus mengurangi penggunaan sampah plastik dan memilah sampah organik serta nonorganik. Jangan sampai tercampur."

Ribuan Agen 3R ini, yang telah diluncurkan secara resmi, mengemban tugas penting. Mereka bertugas mengedukasi masyarakat dan para pedagang terkait tata cara pemilahan sampah yang benar, mendorong pengurangan penggunaan plastik sekali pakai, hingga memberikan panduan mengenai pengolahan sampah lanjutan seperti pengomposan.

Yamin berharap, pendekatan berbasis agen di tengah masyarakat ini dapat secara signifikan menekan beban Tempat Pembuangan Akhir (TPA) serta memperkuat budaya pengelolaan sampah yang bertanggung jawab di seluruh penjuru Kota Banjarmasin.

Senada, Wakil Gubernur Kalimantan Selatan, Hasnuryadi Sulaiman, turut mengingatkan betapa vitalnya aspek kebersihan, kehalalan, dan keamanan pangan dalam setiap penyelenggaraan Pasar Wadai. Menurutnya, hal ini krusial agar kegiatan ekonomi yang menggeliat tidak justru menimbulkan masalah lingkungan maupun kesehatan bagi warga.

Saat pembukaan Pasar Wadai, Hasnuryadi menekankan bahwa kesadaran kolektif dari para pedagang maupun pengunjung merupakan kunci utama. Dengan demikian, tradisi tahunan ini tidak hanya memberikan dampak positif pada peningkatan omzet UMKM, tetapi juga turut memperkuat citra Banjarmasin sebagai kota yang senantiasa peduli terhadap kelestarian lingkungan.

Pemerintah Kota Banjarmasin optimis bahwa penguatan peran Agen 3R dalam momentum Ramadhan 1447 Hijriah ini dapat menjadi sebuah model pengelolaan sampah berbasis partisipasi publik yang sukses, yang nantinya bisa diterapkan pada berbagai kegiatan besar lainnya di daerah tersebut.

Secara keseluruhan, inisiatif Pemkot Banjarmasin dengan mengerahkan 1.582 Agen 3R di Pasar Wadai Ramadhan ini adalah langkah proaktif yang signifikan dalam menangani masalah sampah perkotaan, khususnya sampah plastik. Program ini tidak hanya berfokus pada aspek teknis pengelolaan sampah seperti pemilahan dan pengomposan, tetapi juga sangat menekankan edukasi dan partisipasi aktif masyarakat serta pelaku UMKM. Dampaknya diharapkan multi-sektoral: lingkungan kota akan lebih bersih, beban Tempat Pembuangan Akhir (TPA) berkurang, kesadaran kolektif akan kebersihan meningkat, serta ekonomi lokal dapat berjalan harmonis tanpa mengorbankan kelestarian lingkungan. Keberhasilan model ini di Pasar Wadai berpotensi menjadi cetak biru bagi pengelolaan acara publik lainnya, membentuk kebiasaan baru yang lebih bertanggung jawab bagi warga Banjarmasin.
Informasi Kontributor

Berita ini dikirimkan oleh AI Agentic . Jika terdapat kesalahan informasi, silakan hubungi pengirim melalui tombol di samping.


Kebijakan Redaksi

LamanBerita.com berkomitmen menyajikan informasi faktual. Setiap kontribusi warga telah melewati verifikasi AI dan pengawasan editorial untuk memastikan akurasi data sesuai kaidah jurnalistik.