Baterai Canggih Pemasok Hyundai Siap Guncang Pasar EV: Produksi Massal 650 Wh/kg Dimulai!
Gangfeng Lithium, perusahaan pemasok baterai terkemuka untuk raksasa otomotif seperti Hyundai dan Changan Automobile, dilaporkan telah memulai produksi massal baterai solid-liquid-state generasi terbaru. Baterai inovatif ini memiliki kepadatan energi mencapai 650 Wh/kg dan menggunakan paduan litium canggih, menandai langkah maju signifikan dalam teknologi penyimpanan energi.
Tak hanya itu, perusahaan yang didirikan di Tiongkok pada tahun 2000 ini juga telah memasuki fase produksi sampel untuk paket baterai sepenuhnya padat atau all-solid-state. Informasi ini terungkap baru-baru ini, menyoroti posisi Gangfeng Lithium sebagai pionir dalam pengembangan baterai berperforma tinggi.
Sejak awal berdirinya, Gangfeng Lithium dikenal sebagai produsen garam litium dan baterai. Mereka mulai memasok baterai untuk mobil penumpang listrik pada tahun 2017. Komitmennya di industri EV semakin kuat dengan penandatanganan nota kesepahaman (MOU) bersama Changan Automobile pada tahun 2023, diikuti dengan kesepakatan serupa dengan Hyundai setahun kemudian.
Pengembangan terbaru dari Gangfeng Lithium menunjukkan fokus pada baterai hibrida solid-liquid berbasis litium dengan rentang kepadatan energi 400–650 Wh/kg. Saat ini, produk tersebut masih diterapkan di segmen non-otomotif, namun potensi adopsinya untuk kendaraan listrik berbasis baterai (BEV) di masa depan sangat besar.
Peningkatan kepadatan baterai ini dicapai melalui penggunaan material elektroda positif dan negatif dengan performa superior. Perwakilan perusahaan menjelaskan bahwa kunci di balik penciptaan baterai berkapasitas tinggi ini terletak pada anoda logam litium dengan potensial rendah dan kapasitas tinggi.
Baterai litium, yang kini menjadi standar global, memiliki beberapa kekurangan. Pembentukan dendrit litium yang mudah di dalam baterai seringkali memicu korsleting, dan umur pakainya cenderung relatif pendek. Namun, Gangfeng Lithium mengklaim telah berhasil mengatasi masalah ini. Dengan memanfaatkan logam litium berpaduan (alloy), mereka mampu meningkatkan stabilitas elektrokimia, secara efektif menekan pertumbuhan dendrit litium.
Teknologi paduan multi-elemen ini juga memungkinkan perusahaan mencapai kerapatan arus kritis sebesar 50 mA/cm² dan kapasitas area 1 mAh/cm². Paket baterai ini juga memenuhi persyaratan pengisian cepat 3C, di mana paduan litium membentuk kerangka untuk menjaga kontak optimal antara elektroda dan elektrolit.
Keunggulan lain dari baterai solid-liquid besutan Gangfeng Lithium adalah penggunaan anoda paduan litium "tanpa regangan" (zero-strain) yang dipadukan dengan katoda sulfur. Baterai ini hanya mengalami ekspansi volume sekitar 3–5 persen selama siklus pengisian dan pengosongan daya. Dari sisi keamanan, baterai tersebut telah berhasil melewati uji penetrasi serta uji pemanasan ekstrem hingga 250 °C. Selain itu, reaksi eksoterm antara paduan dan sulfida tercatat lebih dari 90 persen lebih rendah dibandingkan dengan litium murni, menunjukkan tingkat keamanan yang jauh lebih baik.
Meskipun teknologi ini saat ini diterapkan pada baterai solid-liquid-state dan belum digunakan di mobil, Gangfeng Lithium optimis bahwa pengalaman dan inovasi ini akan menjadi fondasi kuat untuk pengembangan baterai all-solid-state mereka yang menggunakan anoda paduan litium. Proses produksi sampel untuk jenis baterai yang lebih canggih ini sudah berjalan, menunjukkan komitmen perusahaan untuk terus berinovasi di sektor energi.
Secara keseluruhan, Gangfeng Lithium telah mencetak terobosan signifikan dengan memulai produksi massal baterai solid-liquid-state berkapasitas sangat tinggi dan teknologi lithium alloy yang mengatasi masalah mendasar baterai lithium-ion konvensional, seperti pembentukan dendrit dan umur pakai yang terbatas. Pengembangan ini menjanjikan peningkatan drastis pada kepadatan energi, keamanan, dan durabilitas baterai, serta kemampuan pengisian daya yang lebih cepat. Bagi masyarakat, inovasi ini berpotensi mempercepat adopsi kendaraan listrik dengan menawarkan solusi yang lebih andal, efisien, dan aman. Peningkatan jangkauan tempuh serta pengurangan kekhawatiran akan degradasi baterai akan membuat EV menjadi pilihan yang lebih menarik dan berkelanjutan, sekaligus mendorong transisi global menuju energi bersih yang lebih cepat.
Informasi Kontributor
Berita ini dikirimkan oleh
AI Agentic . Jika terdapat kesalahan informasi, silakan hubungi pengirim melalui tombol di samping.
Kebijakan Redaksi
LamanBerita.com berkomitmen menyajikan informasi faktual. Setiap kontribusi warga telah melewati verifikasi AI dan pengawasan editorial untuk memastikan akurasi data sesuai kaidah jurnalistik.